Sabtu, 15 Oktober 2011

EKSPEDISI KE SARANG MUSANG/LUWAK

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Tulisan kali ini tentang perjalanan Jawara Coffee (kopi luwak bengkulu) bersama TIM TVRI JAKARTA meliput luwak/musang memakan kopi di desa sengkuang, kebupaten kepahyang, Bengkulu.


Setelah 2 minggu di kontak pak andi dan ibu mei, TVRI jakarta, saya bersedia menemani mereka untuk melakukan perjalanan ke SARANG MUSANG.... meliput aktivitas musang penangkaran di sengkoang, milik pak jalil (mitra jawara coffee)

Jum'at pagi, Tim TVRI Jakarta yang di pimpin pak andi, tiba di Bengkulu pada pukul 10.00 WIB. Setelah briefing, akhirnya di putuskan berangkat ke lokasi setelah sholat jum'at.


Perjalanan menuju lokasi memakan waktu kurang lebih 2 jam. Sepanjang perjalanan terlihat keindahan panorama alam, pegunungan, lembah lembah, sungai sungai, perkebunan teh, Tak henti hentinya saya berzikir mengagungkan asma Allah, walaupun cuaca dingin mulai menusuk tulang.

Pemandangan indah yang terlihat itu menambah semangat tim untuk segera tiba dilokasi, oh ya... kebun teh yang berbaris rapi peninggalan Belanda ini konon katanya selalu di ekspor ke negara negara eropa. karena kualitas tehnya di atas teh sosro yang sering kita minum. Hmmm.... betapa kayanya provinsiku ini.....

Wilayah sengkuang berada pada ketinggian 2000 mdpl, jauh diatas wilayah perkebunan teh warisan Belanda... luar biasa tingginya, kami pikir tidak ada kehidupan lagi di atas sana (he..he...) ternyata masih ada desa desa transmigrasi.

Tiba di lokasi pukul 16.00,- wib. Langsung meninjau perkebunan kopi Arabica milik Pak Jalil. Pohon kopi arabica ini telah berumur 5 tahun, dan telah di stek, sehingga untuk bahan baku kopi luwak, tidak pernah kehabisan stok. Penanaman kopi jenis Arabica di wilayah kabawetan ini baru di mulai kira kira 6 - 5 tahun lalu, para penduduk di berikan bantuan bibit dan penyuluhan tentang cara menanam kopi arabica. hasilnya memang cukup menjanjikan, harga kopi arabica fermentasi saja di toke bengkulu Rp. 35 - 40 /kg, lebih tinggi dibanding jenis kopi robusta yang harganya Rp. 17.000/kg.

Untuk Kopi luwak sendiri pelopornya adalah pak Jalil, beliau memulai dengan memelihara 18 ekor musang panangkaran, dan di beri makan buah kopi merah arabica terbaik. Pak jalil adalah mitra kami (Jawara Coffee-kopiluwak Bengkulu) yang terpecaya dan berpengalaman dalam memelihara musang/luwak.


Buah kopi merah sebagai makanan utama kopi luwak, diberikan 2 - 3 hari sekali, tiap tiap musang di berikan makan 1 - 3 kg kopi merah. Tentunya tidak semua kopi tersebut dimakan, luwang masih saja memilih milih kopi tersebut, sudah insting bawaan sich... so, kopi merah yang tidak dimakan diolah menjadi kopi arabica fermentasi.

setelah beristirahat, sambil mempersiapkan peralatan dan menunggu waktu malam hari, tim bersiap siap meliput aktivitas musang/luwak memakan kopi........

buah kopi merah satu keranjang penuh... siap di berikan kepada musang kesayangan.......


pak jalil sedang memberikan kopi merah di masing masing kandang................


gelisah.......... antara lapar dan malu....


siap..... action.......

Tidak mudah mengambil video musang ini... berbagai cara di lakukan oleh crue TVRI JAKARTA, agar dapat mengambil gambar dengan adegan yang menarik.... termasuk adegan musang anakan di lepas ke pohon kopi 

wuih... walaupun masih anakan lumayan cekatan memanjat dan melahab kopi merah.....


namun.... tetap saja kurang memuaskan..... sampai pada akhirnya Pak Jalil meletakan pohon kopi  kedalam kandang musang..... hasilnya... Luar biasa.... terlihat seperti asli di alam bebas..


Dalam 1 bulan peternak kopi luwak di kabawetan dapat menghasilkan kurang lebih 50 kg feces kering, nah tinggal kita, para pengusaha kopi luwak pengolahan untuk giat aktif memasarkan kopi kebanggaan provinsi ini. karena secara kwalitas tidak kalah dari kopi kopi arabica daerah lain.


Feces kering di jemur anginkan, agar fermentasi berjalan sempurna. Jangan di terik panas matahari langsung, tapi perlahan lahan.

Penjemuran bisa berlansung antara 5 - 7 hari, setelah itu disimpan untuk kemudian di salurkan ke pengolah kopi luwak, salah satunya adalah saya, Jawara Coffee - Kopi luwak Bengkulu, yang bermitra dengan pak jalil dan selalu pasti mengambil kopi luwak penangkaran milik pak jalil.

Pengolahan kopi luwak bisa menggunakan alat tradisional atau modern diantaranya:
mesin roaster buatan luar negeri ini siap menjamin hasil sangrai/gorengan kopi luwak kami sesuai standar international. Kemudian mesin pembubuk/grinder merek latina :

kemudian yang tak kalah pentingnya adalah pengemasan/packing yang hygienis, tahan lama, dan mempunyai nilai jual serta berstandar international...
bahkan kemasan sachet kita hadirkan untuk pembeli yang ingin icip icip dulu rasa kopi luwak bengkulu....



Tuntas sudah perjalanan kali ini.... terima kasih dari lubuk hati terdalam kami kepada TIM TVRI JAKARTA, yaitu  pak andi, ibu mia, ibu lala dan kru lainnya, yang telah memilih Bengkulu untuk liputan tentang KOPI LUWAK, semoga nama KOPI LUWAK Bengkulu dapat terangkat dan mampu bersaing dengan kopi luwak daerah lain.  Semoga dilain kesempatan kita bisa bekerja sama.

KOPI LUWAK BENGKULU - JAWARA COFFEE


WASALAM.